Cara Jadi Member IFA : SMS #NAMA*TGLLAHIR*JNSKLMN*STATUS*KTPNO*ALAMAT RUMAH*KODEPOS*KOTA*TELP/HP*PEKERJAAN*AGAMA*NAMAPASANGAN*TGLLAHIR*DATA BANK*CABANG*NO REK*ATAS NAMA# KIRIM KE : 0831 5209 6988 atau Daf tar Melalui http://ifasmart.com

Biaya Starterkit Rp. 50.000,-

Thursday, 28 October 2010

Ang Ay Lan – Kediri (IGA) : Ibu Rumahtngga Sekaligus Tulang Punggung Keluarga

Bagi Ang Ay Lan, tak ada yang lebih membanggakan dalam hidup ini kecuali menjadi seorang ibu rumahtangga sekaligus tulang punggung keluarga Sejak lama ia ingin mematahkan rumus umum yang berklaku di kalangan istri : hanya mengandalkan penghasilan sang suami. Melalui IFA, kini ia berhasil membuktikannya.

Jalan Terjal Kehidupan Ang Ay Lan
Sejak ia menikah di tahun 1982 dengan Liem Kiet Hauw, kehidupan Ang Ay Lan menjadi penuh cobaan. Masalah demi masalah terus berdatangan, seolah tiada habisnya hingga kini.

Seusai menikah, Ang Ay Lan bekerja membantu keluarga suaminya yang memiliki usaha besi tua, tanpa digaji, hanya dikasih makan saja. Ia dan suaminya mengontrak rumah kecil yang jaraknya tak jauh dari rumah mertua.
Memasuki tahun 1991, tragedy itu dimulai, ketika usaha besi tua milik keluarga suaminya bangkrut. Liem Kiet Hauw dikejar-kejar banyak orang karena hutangnya tercecer dimana-mana. Hampir setiap hari ada saja orang yang tak dikenal dating ke rumahnya, meminta pertanggungjawaban suaminya.

Melihat kondisi demikian, Ang Ay Lan tak mau tinggal diam. Ia kemudian berusaha keras mencari penghasilan guna menutupi hutang-hutang suaminya dengan cara berjualan es, kue , jamu Nyonya Menir, dan membuka kios peracangan, selain dari usaha salonnya yang sebelumnya memang sudah jalan. Hingga akhirnya di tahun 1995, hutang suaminya yang berjumlah 25 juta terlunasi berkat jerih payah dan tetesan keringat dia.

Selama lima tahun itu suaminya menjadi pengangguran berat. Ang Ay Lan tak tega dan kemudian mencarikan dia pekerjaan ke kakaknya yang memiliki usaha konveksi di Bandung. Liem Kiet Hauw pun mulai menjalankan pekerjaan barunya sebagai sales konveksi tersebut dengan system konsinyasi.

Tapi karena kecerobohannya, banyak tagihan yang macet. Bayangkan saja, satu pelanggan bisa nunggak pembayaran sampai 6 nota orderan. Jika ditotal, barang yang belum dibayar oleh langganan seharga 40 juta rupiah. Akhirnya, ia tak bisa setor ke pemilik konveksi. Liem Kiet Hauw bangkrut dan kembali jadi pengangguran untuk kedua kalinya dengan menyisakan tanggungan ke orang lain. Peristiwa ini terjadi ditahun 1997.

Awal Mengenal IFA

Perkenalan dengan IFA bermula dari ketika ia bergabung dengan direct selling sebuah produk kosmetik yang ketepatan pemilik distributornya juga member IFA jaringan DEPOT WAGIATI. Saat resmi bergabung dengan IFA tahun 2002, motivasi Ang Ay Lank ala itu hanya sekedar coba-coba saja. “Karena saya suka mencoba semua bisnis MLM,” ujar perempuan kelahiran Malang, 16 November 1958 ini. Tapi sejalan dengan waktu, niatnya berubah menjadi serius.

Setelah jenjang karirnya berada di level IFA Silver Agent (ISA) dan kemudian dipromosikan sebagai depot, Ang Ay Lan baru menyadari bahwa bisnis di IFA ternyata sedemikian mudah dan tak perlu modal besar. Inilah alas an dia memilih fokus di IFA, “Karena menjadi Depot IFA tidak membutuhkan banyak modal tetapi bonusnya lebih besar dan tidak begitu banyak tuntutan,” ungkapnya tegas.

Bonus Yang Sudah Diperoleh

  • 1.       Komisi Cicilan Sepeda Motor (KCSM) Desember 2006,
  • 2.       Komisi Perjalanan Ibadah (KPI) 2007,
  • 3.       Komisi Perjalanan Wisata Hongkong (KPW-1) November 2008.

    “Dari bonus IFA saya bisa beli rumah dan mobil. Dan saya merasa bangga bisa menjadi ibu rumahtangga sekaligus tulang punggung keluarga.”

Fakta Keberhasilan Ang Ay Lan
  • 1.       Karis sudah mencapai level IFA Gold Agen (IGA)
  • 2.       Member di seluruh jaringannya berjumlah 4000 orang yang terebar di daerah Pare, Blitar, Kertosono, Mojokerto, Trenggalek, Tulungagung, Nganjuk, Wlingi, Malang, Surabaya, dan beberapa daerah lainnya di Jawa Timur.
  • 3.       Omzet rata-rata 75 juta per bulan dengan bonus di atas 5 juta per bulan
  • 4.       Memiliki depot yang diberi nama Depot ANG AY LAN yang didirikan pada April 2005, serta mempunyai 4 anak depot : (1) Depot AYUN, (2) Depot KHRISITA, (3) Depot YOHAN, Depot ANIK MAWAR.

Kata Pamungkas

“Untuk member yang masih tertidur, mari kita kembali bangkit,. Permasalahan memang akan selalu ada tapi jangan sampai membuat kita hilang harapan. Terutama untuk para perempuan, yakinlah bahwa kita juga bisa membantu dan menopang ekonomi keluarga,”pungkasnya.


Sumber : IFASHION 013, Oktober-Nopember 2010
Ikon ini merupakan link ke situs bookmark sosial dimana pembaca dapat berbagi dan menemukan halaman web baru.
  • Digg
  • Sphinn
  • Delicious
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Furl
  • Reddit
  • Spurl
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • 0 komentar:

    Post a Comment